i ♥ my secret admirer (1)

“wah, itu anaknya manis juga yah?” begitulah kata-kata yang dikeluarkan sebagian anak cowok yang duduk dikelas 6 SD, tepatnya di SD katika dikawasan Jakarta timur. yah memang sih ada anak baru dan pastinya itu cewek – yaiyalah , mana mungkin cowok-cowok pada bilang manis kalo bukan cewek? – haha
Anak cewek yang manis itu memasuki sekolahan dengan memakai seragam atasan putih dan bawahan merah panjang. Anak itu berjalan dengan menggunakan seragam yang putih bersih – yaiyalah putih, kan baru aja beli baru. Soalnya disekolah lamanya pake seragam pendek. Daripada beli roknya doing kan nanggung? Jadinya sekalian bajunya juga beli – dan dengan wajah yang sawo matang tetapi bersih dan terlihat manis dan kalem.
Berpuluh pasang mata menyorot gadis kecil itu selagi berjalan menuju kekelas dan berpuluh pasang mata itu pun berharap kelasnyalah yang mendapati murid baru itu. Dan akhirnya sampailah dikelas tujuan. Ya, kelas 6c. kelas tersebut berada di tingkat kedua dan tempatnya cukup strategis. Dan akhirnya anak tersebut masuk kelas. Dan seperti biasa, anak baru pasti akan disuruh untuk memperkenalkan diri.
“halo, selamat pagi. Nama saya Rima Vanessa. Panggil saja Rima. Saya anak tunggal dan tidak memiliki saudara – semua orang juga tau kalo anak tunggal pasti gak punya saudara – kandung”. Nah itu sepenggal perkenalan yang baru dilontarkan oleh Rima. Dan setelah Rima kembali ketempat duduknya, satu per satu anak-anak dikelasnya menyalaminya untuk berkenalan dengannya. Dan tidak ketinggalan, yaitu “minta nomer HP” yap! Itu kayaknya uda biasa ya dikalangan anak sekolah, walaupun masih SD. Ya tapi ini kan uda kelas 6 dan sebentar lagi mau lulus dan mau pindah ke sekolah yang lebih tinggi yaitu SMP
“kriiiing... kriiing... kriiing…” suara bel membangkitkan semangat anak-anak untuk pergi kekantin. Tak Cuma itu, banyak juga anak-anak yang bermain bola dilapangan atau bermain lompat tali bagi yang perempuan atau memaikan permainan yang lainnya yang tidak kalah menariknya.
“Rima…” ucap seorang temannya sambil memegang bahunya, saat ia ingin beranjak ke kantin. “iya, ada apa ya?” Tanya Rima heran. “ah, enggak kok. Cuma mau kenalan aja. Kenalin, aku Fira…” dengan nada yang lembut dan sopan dan sambil menjulurkan tangan. Sangat bersahabat. Rima membalas sambutan tersebut dan menjabat tangan Fira. “aku Rima”. – ber aku-kamu soalnya kan masih kecil. Kalo ngomongnya pake elo-gue kan gak enak gitu kesannya –. Sebenarnya tanpa ia kasih tau pun Fira sudah pasti mengetahui namanya Rima karena tadi ia sudah memperkenalkannya didepan kelas.
“mau ke kantin? Ke kantin bareng aku yuk?” ajak Fira, karena sebenarnya ia juga kasihan terhadap Rima. Karena sejak tadi ia belum mempunyai teman, dan hanya sendiri. Maka ia menawarkan diri untuk menemani Rima. Dengan senang hati ia menjawab “iya” dan mereka pun berjalan ke kantin bersama.
Selagi dikantin Rahma sedikit bingung dengan keadaan disana. Memang agak berbeda dengan sekolah lamanya. Ini sedikit lebih “kumel”dan berantakan. Belum lagi anak-anak yang berhamburah dimana-mana sehingga jika ingin memesan sesuatu ia harus berjuang untuk mendapatkan makanan atau minuman yang diinginkan. Fira mengerti keadaan Rima yang tak sanggup untuk menerobos kedalam kerumunan orang yang sangat.. iuh! Sumpek!. Sampai akhirnya “mau pesen apa? Ntar aku aja yang mesenin. Kamu duduk aja disana”. Dengan pengakuan Fira tadi, Rima tersenyum. Ternyata teman yang didekatnya ini bias baca pikiran orang!. Dengan tersenyum Rima memberitahu pesanannya pada Fira
Sepulang sekolah Rima pulang duluan dan pamit sama Fira. “aku pulang dulu ya, sampe ketemu besok” dan salam itu disamput anggukan dan lambaian tangan dari Fira. Bertepatan saat Rima menutup pintu mobil ayahnya.

***

Read Users' Comments (1)pendapat

1 Response to "i ♥ my secret admirer (1)"

  1. auliaa, on 28 Desember 2009 pukul 19.18 said:

    hmm, ini penggalan novel yang mau aku buat. emang masih amatiran banget sih. belom pernah buat, jadi masih aneh :P

Posting Komentar